Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Syair Pelangi di Radakng
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

EMBUN pagi masih belum mengering. Rombongan ibu-ibu bergerombol sibuk di pancuran tempat penampungan air yang ada di belakang Rumah Panjang. Jaraknya sekira 100 meter. Suasana ini terjadi tiap pagi dan sore hari. Mereka selain mandi, juga mencuci piring dan baju. Dan pulangnya tidak ketinggalan ibu-ibu tersebut membawa air. Ada yang menggunakan ember dan kent (drigen). Yang khas adalah cara membawanya dengan mengikatkan talinya di atas kepala.

Ketika ditanya, kenapa para ibu yang mengambil air? “Karena ibu-ibu yang merasa butuh air untuk keperluan di dapur. Kalau tidak ada bapak, iya ibu yang ambil air. Kalau ada bapak, iya dibantu bapak ambil airnya,” ujar ibu Fernadeta yang suaminya sekarang terkena stroke ini.

Saya pun masih menikmati obrolan ringan itu sambil gosok gigi, bersih-bersih tangan dan kaki. Dengan bahasa khas Suku Dayak Kanayatn terlihat ibu-ibu tersebut asyik dengan obrolan paginya di lingkungan pancuran air yang digunakan secara bergantian itu. Mereka pun tidak berebutan. Begitu penuh rasa toleransi. Saling menunggu bergantian.   

Tiba-tiba dari arah selatan datang seorang ibu-ibu yang sedang hamil 9 bulan membawa drigen ukuran 5 literan untuk mengangkut air di sisi kiri dan kanannya. Walau ibu tersebut dalam kondisi hamil, ia masih melakukan yang sering dilakukan ibu-ibu suku Dayak Kanayatn pada umumnya. Alasannya, biar ada gerak dan biar tetap lancar saat mau melahirkannya. “Angkut air tiap pagi dan sore,” katanya. 

**

Matahari pun sudah menari-nari tanpa malu-malu, mulai memperlihatkan keperkasaannya. Siang ini, saya jalan-jalan melihat bagian Rumah Panjang termasuk kondisi lingkungan pada bagian belakangnya.

Rumah yang saya tinggali ini bersatu dengan penghuni rumah lainnya. Makanya bentuk rumahnya kalau dilihat dari depan bentuknya panjang sekali. Radakng atau rumah panjang ini berada di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan salah satu Rumah Panjang dari Suku Dayak Kanayatn. Rumah ini merupakan cagar budaya dan sering dapat bantuan dari pemerintah. Sehingga kadang kala menjadi jalan keirian masyarakat yang tinggal di luar Rumah Panjang. Padahal mereka masih satu dusun.

“Tiap tahun mereka yang di rumah panjang itu selalu mendapat bantuan dari Pemda Kab. Landak. Sedangkan yang di bawahnya tidak dapat bantuan. Sehingga muncul kecemburuan,” kata A Musmuliadi, Kepala Desa Saham dengan logat ahe’ yang mendayu-dayu.

Radakng (Rumah Panjang) ini memiliki ciri khas yang ditampilkan dari bentuk atap dan dekorasi bagian-bagiannya. Bentuk fisiknya memiliki panjang 180 meter, lebar 12 meter, serambi 5,2 meter dengan tinggi dek ialah 2,5 meter.

Saya pun melihat lebih jauh dari beberapa bagian yang ada di rumah panjang ini. Kalau dilihat bagian-bagiannya setiap petak rumah tersebut adalah sama. Yang membedakan hanya besarnya ukuran ruangan bilik di dalamnya. Bagian-bagian dalam bangunan tersebut terdiri dari: tangga naik (tanga’ naik); pante (tempat menjemur); pene (tempat duduk-duduk santai) yang menyatu dengan sami’ atau ruang tamu pada waktu dulu (sekarang fungsi rungan tamu ini sudah menggunakan salah satu ruangan bilik); kamar keluarga (bilik) yang terdiri dari kamar-kamar sesuai kebutuhan; dapur; dan jungkar.

Kalau dilihat dari bahan bangunannya. Rumah Panjang hampir semua bagiannya terbuat dari bahan kayu, kecuali pada bagian atapnya. Karena rumahnya berbentuk panggung, maka sebetulnya kondisi sirkulasi udara tidak menjadi masalah. Cuman untuk pencahayaan pada bagian-bagian tertentu masih ada yang gelap. Apalagi bila aliran listrik mati. Terutama pada bagian bilik yang dipakai sebagai kamar tidur. Pada beberapa petak rumah bagian biliknya tidak ada jendela. Padahal kalau saja ada jendela atau pakai kaca di atasnya, maka matahari dari arah timur pada pagi hari akan masuk menyinari ruang bilik ini. Sedangkan untuk kamar tidur dan lorongnya sudah ada jendela. Jadi, kalau jendelanya dibuka maka cahaya matahari akan masuk menyinari ruangan ini.

“Fungsi rumah panggung ini menurut nenek moyang kita dulu adalah baik. Yaitu agar tidak kotor. Kebersihannya terjaga karena posisinya tinggi dari atas tanah. Namun, sekarang kondisi Rumah Panjang kurang dijaga kebersihannya,” kata pengakuan Frorensius Pandus. D, selaku Sekretaris Desa Saham yang juga tinggal di Rumah Panjang ini.

Saya melihat di bagian bawah Rumah Panjang ada sampah-sampah plastik berserakan, terutama sampah bekas bungkus snak dan bungkus jajanan lainnya. Belum lagi akibat kurang ditatanya saluran pembuangan air kotor dari bilik kamar mandi dan dapur. Hal ini membuat bagian bawah Rumah Panjang kondisinya lembab dan ada beberapa genangan air. Sehingga kondisi ini dapat dijadikan sarang Parungakng (nyamuk). Termasuk pada bagian jungkar (halaman belakang) yang kelihatannya jarang dibersihkan. Masih ada sampah daun-daun juga yang banyak berserakan.

Kondisi tersebut, tentu menjadi kurang menyehatkan dan mengganggu keindahan Rumah Panjang. Apalagi hewan (laok) peliharaan dan ternak banyak yang tidak dikandangkan. Seperti manok (ayam), jalu (babi) dan asu’ (anjing) bebas berkeliaran di bawah Rumah Panjang. Bahkan untuk asu’ ini naik ke Rumah Panjang pada bagian pate dan sami’.

**

Sore hari ini, saya cukup beruntung. Sebab, ketika keluar dari bilik rumah yang saya gunakan sebagai tempat tinggal selama di Rumah Panjang ini, saya menemukan sosok remaja putri. Kalau dilihat dari bentuk tubuh dan wajahnya, anak ini kira-kira masih duduk di SMA. Saya tidak mensia-siakan kesempatan berharga ini untuk bertanya berbagai hal.

Eh..... tepat deh perkiraan saya. Remaja itu, bernama Clara N.L. Ia masih sekolah dan sekarang duduk di SMA kelas dua. Usianya masih 17 tahun. Setelah basa-basi bertanya tentang Suku Dayak dan Rumah Panjang ini, saya langsung tanya terkait tema penelitian di Suku Dayak ini terutama masalah masa remaja atau pra nikah.

Yang pertama saya tanyakan adalah masalah informasi seks pra nikah. Menurut pengakuan Clara, demikian temen-temennya memanggil, ia mendapatkan informasi masalah seksual dan norma adat pergaulan masa remaja ini dari orang tua, guru, dan kakek-neneknya.

“Remaja di sini masih memegang adat. Dan kita bergaul dengan sesama remaja tidak sembarangan. Harus ikut aturan adat. Misalnya ngak boleh berdua-dua. Sebab, nanti kalau terjadi hamil di luar nikah. Kena hukum adat,” tuturnya.

Clara ini, kalau dilihat dari respon dia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan, terlihat antusias sekali. Dan kelihatannya seneng banget berdiskusi. Kondisi ini saya manfaatkan untuk mengetahui lebih banyak lagi terkait acara adat budaya dan terutama bahasa yang dipakai Suku Dayak Kanayatn.

Bener saja. Terkait bahasa sehari-hari yang digunakan Suku Dayak ini, saya mencatat banyak sekali kata-kata baru yang didapat. Dan tentu, saya minta dengan arti maupun padanan katanya dalam bahasa Indonesia. “Luar biasa.....! Tidak terasa lebih dari seratus kata telah saya gali dan dicatat tentunya. Ini bisa jadi kamus kata Suku Dayak kecil-kecilan. Makasih banyak Clara... atas semuanya,” pikirku dengan sangat senang.

**

Kesenangan dan kegembiraan saya hari ini, tidak berhenti sampai di sini. Menjelang senja hari, saya disuguhi pemandangan yang betul-betul indah menakjubkan dan menyejukan mata di atas langit Rumah Panjang. Sehingga begitu spontan naluriku untuk menuliskan syair tentang apa yang dilihat dan dirasakan.

Senja indah dilapisi pelangi warna-warni. Aku terpana dibuatnya. Indah nian senja yang penuh warna. Liukan warna pelangimu menari-nari dalam kebahagian bumi.

Anak-anak pun riang gembira. Ia terus berlari ke sana ke mari. Tak perduli dengan kaki yang telanjang tak berasalkan pelindung diri.

Mereka bebas berkejaran tanpa beban. Begitu lepas dengan raga diri yang riang gembira. Bercanda, berteriak melepaskan kegembiraan hati yang tak terbendung asa. Ia bermain menikmati senja yang bertaburan pelangi. Senja yang indah mempesona.

Rumah Panjang, 11 Mei 2014

@ardadinata

Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca