📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Oleh Arda Dinata
"Percikan air laut begitu indah. Ia penuh kelembutan dan kekuatan. Inilah sosok yang patuh pada titah-Nya. Sosok yang tekun, pantang menyerah, dan tidak angkuh lagi jauh dari kesombongan, inilah karakter pribadi yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan." (Arda Dinata).
Mungkin Anda bertanya-tanya, betulkah kita diciptakan menjadi seorang pemenang? Jimmy Teo (2012), penulis buku "A Legacy to My Sons" menuliskan bahwa, "Kita semua diciptakan untuk menjadi pemenang. Jaminan bagi kemenangan yang abadi adalah kerendahan hati. Keangkuhan atau kesombongan senantiasa mengakibatkan kejatuhan."
Kata Jimmy Teo, kerendahan hati adalah pelumas yang memastikan bahwa mesinmu bekerja dengan sedikit gesekan dan terhindar dari kemungkinan aus atau rusak. Semakin besar kerendahan hatimu, semakin lama mesinmu akan sanggup bertahan.
Saya bersyukur bisa membaca kumpulan nasehat terpenting tentang nilai-nilai dan kehidupan dari seorang ayah karya Jimmy Teo. Salah satunya adalah terkait tentang pemenang.
Dalam beberapa kesempatan ketika saya menyampaikan materi di forum motivasi maupun lewat tulisan-tulisan yang ditulis, saya selalu menyampaikan keyakinan bahwa kita (sesungguhnya) adalah sebagai pemenang.
Buktinya, sejak awal proses pembuahan dalam rahim ibu, kitalah sosok sebagai pemenang dari berjuta-juta sel sperma yang mampu dibuahi sampai lahir ke dunia ini. Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah kita mempertahankan jiwa pemenang itu dalam hidup keseharian? Inilah yang harus kita cari tahu bagaimana cara untuk meraih kemenangan dan mempertahankannya?
Jimmy Teo, di awal tulisan sudah memberi tahu kita akan kata kunci untuk mencapai kemenangan, yaitu kerendahan hati. Jadilah manusia yang tidak angkuh dan sombong. Terkait ini, Dr. Muhammad Utsman Najati dalam buku Psikologi Nabi, menuliskan sombong itu adalah merasa lebih tinggi dari orang lain dan sekaligus menganggap rendah mereka. Sombong adalah perasaan yang dibenci dan sifat tercela.
Allah mewartakan dalam untaian firman-Nya di QS. 28: 83, yaitu: Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri di bumi dan berbuat kerusakan (di muka) bumi. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang bertakwa.
Alquran mencela sikap sombong dan berbangga diri, seperti tertulis dalam QS. 31: 18, yaitu: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Jadi, angkuh dan sombong itu tidak disukai Tuhan. Untuk itu berperilakulah rendah hati (tawadhu), sebab ia termasuk dalam nilai-nilai ketakwaan yang akan mengatarkan kita pada kemenangan kehidupan ini. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah mewahyukan padaku: Hendaklah kalian bersikap rendah hati hingga tidak menganiaya orang lain dan tidak sombong terhadap orang lain."
Butir nilai-nilai faktor penentu kemenangan hidup tersebut, tentu harus kita perhatikan betul dalam hidup keseharian. Itulah modal awal yang harus terus kita perjuangkan. Selanjutnya, yang tidak kalah penting sebagai penentu kemenangan seseorang dalam hidup ini adalah kekuatan yang ditopang dengan ketekunan dan tidak cepat merasa puas.
Terkait faktor kemenangan seseorang ini, ada kisah bagus yang bisa kita tafakuri agar mencapai sebuah kemenangan. Berikut ini kisah kancil dan kura-kura yang sangat menginspirasi bagi mereka yang mau berpikir.
Kisahnya, si kancil berpikir bahwa ia telah memenangkan perlombaan karena ia telah berlari jauh di depan kura-kura, sehingga ia memutuskan untuk tidur sejenak. Si kura-kura berjalan dengan pelan, tetapi terus berjalan tanpa lelah. Akhirnya, kura-kura itu memenangkan perlombaan!
Hikmah dari cerita tersebut, "Kekuatanmu harus ditopang oleh ketekunan. Jangan pernah sekali pun menyerah. Jangan cepat puas dan menganggap semuanya telah selesai. Engkau harus siap untuk keadaan yang paling darurat," demikian kata Jimmy Teo.
Bagaimana menurut Anda? Silahkan tulis komentar dan tanggapannya di kolom komentar di bawah ini! Salam sukses kemenangan dan keberkahan.
Arda Dinata, Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. https://www.miqraindonesia.com
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca





Rendah hati, tidak sombong itulah kunci kemenangan. Rendah hati bukan rendah diri, sebab rendah diri merasa diri hina, tak punya harga diri dimata orang lain. Sebaliknya rendah hati adalah sikap jiwa yang sabar dan pemaaf, tidak merasa besar kepala karena sanjungan dan tidak merasa terhina dengan cacian.
BalasHapusSombong juga bisa meruntuhkan wibawa seseorang, mungkin saja dengan kesombongan bisa menjadi seorang Qorun,orang terkaya di dunia, dan bisa juga dengan kesombongan bisa menjadi Fir'aun yang sangat berkuasa di jagat raya, tapi Qorun dan Fir'aun dalam sejarah peradaban manusia tidak tercatat sebagai pemenang kehidupan, karena keduanya mati dalam kebinasaan, sampai-sampai tidak ada seorangpun di dunia ini yang sudi dipanggil Qorun atau Fir'aun. Justru Nabi Musa As yang berdakwah dengan lemah lembut di depan penguasa yang dzalim yang tercatat tinta emas sebagai pemenang, dan begitu pula Rasulullah Saw yang selalu menebarkan kedamaian, pemaaf dan orang yang paling rendah hati, selalu membalas cacian dengan senyuman, dan membalas intimidasi dan penganiayaan dengan do'a dan pemaafan, menjadi contoh teladan, para pemenang dalam kehidupan.
Makasih... luar biasa. Salam sukses berkah selalu ya... aamiin
BalasHapus