📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Oleh: Arda Dinata
Ranjang itu tempat tidur. Tempat yang digunakan sebagai sarana tidur atau beristirahat. Bersama sejarah, keberadaan ranjang pun terus menyesuaikan diri sesuai perkembangan teknologi. Mulai dari jenis yang sederhana, seperti kasur yang hanya diisi jerami sampai dengan perlengkapan mewah yang didesaian dan didekorasi kain-kain lembut nan menawan.
Rasa nyaman harus dikedepankan, bila kita akan membeli atau membuat ranjang. Mengingat fungsi utama ranjang itu sebagai tempat istirahat dan melepas lelah dari aktivitas seharian. Belum lagi, kalau ranjang tersebut akan kita jadikan wadah menjalin cinta kasih dengan pasangan. Tentu, keberadaan ranjang harus nyaman penuh kelembutan, keindahan, bertabur aroma wewangian yang menggairahkan jiwa.
Bahkan, bicara ranjang atau tempat tidur ini secara khusus saya telah menuliskannya dalam buku Pernikahan Berkalung Pahala, kita hendaknya menciptakan ruang "steril" perselisihan, misalnya tempat tidur (ranjang).
Konsep sterilisasi itu dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga untuk mengurangi adanya jurang perselisihan dan konflik rumah tangga. Sudahkah Anda menerapkan ranjang sebagai ruang steril dari perselisihan? Bila belum pernah, tidak ada salah dicoba dan rasakan manfaatnya.
Ranjang kelembutan itu ruang steril kita. Ruang steril dari perselisihan yang dapat melembutkan hati dan jiwa tiap pasangan. Lembut itu tidak keras. Sesuatu yang lembut, ternyata mampu membangkitkan jiwa seseorang. Hidup pun jadi tenang dibuatnya. Ia menggairahkan dan tidak melelahkan. Perselisihan pun dapat dihindarkan.
Ada syair dari Jalaluddin Rumi yang cukup indah menggambarkan perlunya ranjang kelembutan dalam hidup setiap manusia. "O hati yang patah jangan tempuh jalan ini. Tetaplah pada ranjang kelembutanmu sendiri. Carilah apa yang membangkitkan jiwa. Mintalah anggur yang pada kepalamu memberi cahaya," tulis Jalaluddin Rumi.
Ketika kondisi seseorang patah hati, apa pun bisa terjadi. Sebab, akal waras kadangkala telah dikelabui bila iman kita tidak kuat mengendalikannya. Untuk itu, jangan turuti jalan patah hati. Itu tidak baik untuk dirimu. Sadarlah dan tetaplah istirahatkan pada ranjang kelembutan. Artinya, ketika patah hati dekatkan pada ruang kelembutan hatimu. Ialah yang akan membimbingmu dalam kesadaran sejati.
Ketika hati sudah tenang. Kondisinya lembut kembali. Selanjutnya, segera cari apa-apa yang bisa membangkitkan jiwa. Motivasilah diri bahwa hidup itu hanya sekali, jadi hidup kita harus berarti bagi orang lain. Banyak-banyaklah tafakur diri daripada terus bermesraan dengan patah hati, karena banyak hal yang harus kita perbaiki. Cari segera obatnya, daripada menyesal dikemudian hari. Yakni, bacalah buku-buku motivasi dan renungan hidup yang bikin hidup gairah kembali.
Mambaca itu memberi inspirasi. Inspirasi itulah yang akan menyalakan nyali rasa keberanian seseorang untuk bergerak dan tidak diam diri. Pilihlah bacaan secara bijaksana. Yakni, jenis bacaan yang dapat membangkitkan jiwa dan menyirami pikiran yang gersang. Mungkin, bacaan yang menginspirasi dan membangkitkan jiwa itu adalah jenis bacaan yang kata Jalaluddin Rumi dalam syairnya adalah seperti anggur yang pada kepalamu memberi cahaya.
Bagaimana menurut Anda? Silahkan share bila tulisan ini bermanfaat agar banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti Anda. Saya nantikan komentar Anda dan salam sukses berkah selalu. Aamiin.
Arda Dinata,
Penulis, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca



Tulis Komentar di Bawah ini!