Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Covid-19 dan Ekosistem Hewan
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!


Covid-19 dan Ekosistem Hewan
OlehTRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Pembelajaran yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19 adalah menjaga kesehatan populasi hewan dan menyelaraskan interaksi kita dengan hewan dan ekosistemnya dapat mengurangi risiko penyakit ke manusia.


Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai suatu lonceng pengingat dari hubungan fungsional kita yang terganggu dengan alam. Terutama hubungan kita dengan berbagai ekosistem hewan, baik hewan yang kehidupannya bergantung pada manu- sia maupun yang tidak.

Pada dasarnya, Covid-19 mengindikasikan potensi keterkaitan hewan dan manusia sebagai sumber primer penyakit-penyakit zoonotik. Kelelawar menjadi inang alamiah berbagai ragam virus korona. Meskipun juga masih terlalu awal untuk mengonfirmasi peran inang perantara seperti tenggiling atau satwa liar lainnya sebagai sumber SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Jane Goodall, ahli primata dan antropologi yang sejak lama terlibat dalam konservasi satwa liar, mengatakan, semua orang harus menyadari bahwa pandemi ini adalah kesalahan kita sebagai manusia kalau kita tidak belajar dari interaksi kita dengan alam. Jika manusia terus tidak respek terhadap alam dan hewan, pandemi seperti Covid-19 mungkin saja akan terjadi lagi.

Risiko ke manusia

Dunia dikejutkan pertama kali dengan dilaporkannya seekor anjing yang diuji positif terhadap Covid-19 di Hong Kong pada akhir Februari 2020. Kemudian anjing kedua dan seekor kucing dilaporkan positif di Hong Kong pada Maret 2020.


Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai suatu lonceng pengingat dari hubungan fungsional kita yang terganggu dengan alam.

Di bulan yang sama, dilaporkan seekor kucing di Belgia diuji positif Covid-19. Diikuti laporan uji positif pada satwa kebun binatang di kota New York, Amerika Serikat, pada April 2020. Seekor harimau diuji positif setelah satwa lain seperti singa dan macan tutul menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Seorang pekerja kebun binatang yang terinfeksi Covid-19, tetapi tidak memperlihatkan gejala, mungkin telah menginfeksi satwa tersebut.

Sebagian besar hewan yang disebutkan di atas tidak menunjukkan gejala sakit. Sangat besar kemungkinannya hewan terpapar dengan virus yang berasal dari pemilik hewan atau orang lain yang kontak dekat dengan mereka. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran khususnya para pemilik hewan dan dokter hewan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pertanyaan penting adalah seberapa besar risiko hewan peliharaan kemudian dapat menularkan Covid-19 ke manusia?

Perkembangan lebih lanjut menunjukkan sejumlah hewan baik di lapangan maupun di tataran laboratorium dapat tertular penyakit apabila kontak secara persisten dengan orang terinfeksi. Sampai saat ini, infeksi Covid-19 ditemukan pada beberapa ekor kucing, beberapa ekor anjing, ferret pada uji laboratorium, cerpelai yang diternakkan, dan sejumlah kecil satwa kebun binatang. Cerpelai terinfeksi ditemukan pada peternakan di Belanda.

Dalam beberapa kejadian, cerpelai yang terinfeksi dari orang kemudian menularkan virus ke orang lain. Ini kasus pertama penularan dari hewan ke manusia. Pemerintah Belanda melalui pengadilan memusnahkan lebih dari 500.000 ekor cerpelai—yang biasanya dikembangbiakkan sebagai hewan penghasil bulu—karena kekhawatiran dapat bertindak sebagai reservoir penyakit.

Dampak terhadap ekosistem

Sama halnya dengan negara lain, kita di Indonesia juga merasakan kekhawatiran yang meningkat karena penyebaran Covid-19. Dampak dari penerapan lockdown ataupun pembatasan sosial memengaruhi semua aspek kehidupan manusia dan hewan di seluruh dunia.

Dampak bagi ekosistem hewan terutama disebabkan oleh penutupan temporer tempat penampungan hewan, kebun binatang, taman akuarium, dan pusat rehabilitasi satwa liar. Di banyak bagian dunia di mana Covid-19 berjangkit, tempat-tempat penampungan hewan mengalami tingkat adopsi yang menurun drastis di tengah meningkatnya kekhawatiran akan terkurasnya.

Dampak dari penerapan lockdown ataupun pembatasan sosial memengaruhi semua aspek kehidupan manusia dan hewan di seluruh dunia.

Lebih dari 700 juta orang mengunjungi kebun binatang dan taman akuarium setiap tahun di seluruh dunia sehingga pengunjung merupakan suatu keberadaan tetap bagi satwa yang hidup di sana. Pandemi Covid-19 telah memaksa lokasi seperti ini untuk ditutup bagi publik, menyebabkan satwa merasakan kesunyian yang luar biasa.

Penutupan kebun binatang di Indonesia sebagai akibat pandemi Covid-19 juga menimbulkan masalah bagi satwa-satwa penghuni dan para pekerja. Satwa sebagai makhluk hidup harus terus diberi makan dan dijaga kesehatannya secara berkelanjutan. Rehabilitasi satwa liar, terutama yang memberikan perawatan untuk orang utan dan kera lain, juga menghentikan pelepasan hewan ke alam liar selama pandemi Covid-19 untuk mencegah kemungkinan penularan virus ke populasi liar.

Begitu juga dengan nasib populasi anjing atau kucing liar terutama di negara-negara berkembang seperti juga di Indonesia. Program sterilisasi sebagai bagian dari manajemen populasi dan juga program vaksinasi massal rabies ditunda pelaksanaannya di masa pandemi Covid-19. Hal yang menyebabkan hewan liar bebas berkembang biak dan mengarah pada kenaikan populasi yang tidak diinginkan serta terkendalanya program pengendalian rabies.

Arah ke depan

Dari data sampai saat ini, cakupan spesies hewan dari virus SARS-CoV-2 cukup luas, tetapi hanya sebagian kecil hewan yang terinfeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sampai saat ini belum ada bukti bahwa hewan-hewan seperti ini dapat menularkan penyakit ke manusia dan menyebarkan Covid-19.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menyatakan, meski beberapa spesies hewan dapat terinfeksi Covid-19, infeksi tersebut bukanlah pemicu pandemi dan penyebaran terjadi lebih karena penyebaran dari orang ke orang.

Para ahli didukung WHO dan OIE menyepakati bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana hewan-hewan berbeda dipengaruhi oleh Covid-19. Di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi, dibutuhkan perhatian pemerintah untuk upaya penguatan infrastruktur laboratorium, kapasitas diagnosis, dan penerapan surveilans terintegrasi untuk menyelidiki peran hewan dalam pandemi Covid-19.

Suatu momentum yang tepat bagi kita barangkali untuk berpikir tentang konsep new normal’ yang mencakup antarspesies.

Pembelajaran yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19 adalah menjaga kesehatan populasi hewan dan menyelaraskan interaksi kita dengan hewan dan ekosistemnya dapat mengurangi risiko penyakit ke manusia. Banyak dari kita berbicara tentang bagaimana kita dapat segera kembali ke normal pasca- Covid-19. Suatu momentum yang tepat bagi kita barangkali untuk berpikir tentang konsep new normal’ yang mencakup antarspesies.

Walaupun tidak ada tindakan pencegahan spesifik ketika kita berinteraksi dengan hewan selama dan pasca-Covid-19, hal yang selalu terbaik diterapkan sebagai aturan umum adalah mempraktikkan kebersihan yang baik dan tindakan biosekuriti. Dari yang sangat sederhana seperti cuci tangan dengan sabun dan air setelah menyentuh hewan, serta membersihkan dan mendisinfeksi setiap mesin/peralatan peternakan.

Semua pihak harus memperlakukan binatang secara baik dengan menghormati penerapan standar-standar kesejahteraan hewan. Informasi menyesatkan tentang peran hewan dalam pandemi Covid-19 masih dan akan terus beredar. Namun, tidak ada pembenaran dalam hal ini untuk mengabaikan, menolak, menyiksa, atau membunuh hewan karena keprihatinan atas Covid-19.

Tri Satya Putri Naipospos, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS)
Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca