📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
SEIRING dengan berubahnya gaya hidup pada kehidupan modern, tak ayal juga memengaruhi pola makan pada banyak orang. Akibatnya, bahaya keracunan makanan mulai mengintip di mana-mana. Baik dari makanan yang disuguhkan warung kaki lima sampai sederetan restoran fast food. Bahkan, tak menutup kemungkinan bahaya juga bisa datang dari dapur kita sendiri.
Banyak faktor penyebab terjadinya keracunan makanan, tetapi banyak pula cara untuk mencegahnya. Yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan tindakan pencegahan sebelum makanan terkontaminasi serta tidak memberi kesempatan bakteri untuk tumbuh. Misalnya pada saat makan di luar, carilah tempat makan yang benar-benar bersih, baik makanannya, tempatnya, maupun alat hidangnya. Jangan segan untuk memeriksa sendok dan garpu untuk memastikan kebersihannya. Jangan lupa, pastikan juga bahwa tangan Anda benar-benar dalam kondisi bersih pada saat memulai menikmati hidangan.
Selanjutnya, pada saat mengolah makanan di rumah. Pastikan tangan benar-benar bersih saat akan memulai aktivitas memasak. Udara bebas juga mengandung bakteri, maka cucilah semua peralatan masak yang akan digunakan. Dalam lemari pendingin, letakkan makanan mentah di bagian bawah makanan yang sudah matang. Jangan simpan makanan pada suhu berbahaya atau lembap (50C sampai 600C). Segera olah makanan yang sudah dipersiapkan, bahan makanan mentah tidak baik terlalu lama terkena udara bebas.
Langkah Pencegahan
Keracunan makanan dapat juga menimpa rumah tangga. Anggota keluarga bisa saja mengalami keracunan akibat makanan yang tidak higienis dan kurangnya menjaga dan memelihara sanitasi dan kebersihan. Baik pada lingkungan dapur, peralatan masak, maupun makanan. Berdasarkan laporan dari Food & Drug Administration (FDA), ternyata matangnya buah-buahan dan sayur-mayur dari hawa yang hangat justru dapat menyebabkan keracunan makanan. Piknik di taman, juga kantong belanjaan yang tertinggal di mobil karena kelupaan tak lepas dari bahaya keracunan dari makanan.
Dengan memerhatikan hal-hal yang kecil seperti itu adalah langkah pertama untuk mencegah terjadinya risiko keracunan makanan. Berikut ini beberapa tips singkat dan mudah lainnya untuk mencegah keracunan makanan di rumah:
1. Masaklah segera hingga matang daging, telur, dan makanan laut. Cucilah segera kotak makanan dan botol minum Anda segera setelah dipakai.
2. Usahakan makanan tetap panas atau dingin. Membiarkan makanan dalam suhu ruangan memberikan kesempatan bakteri untuk tumbuh. Jangan membiarkan makanan yang ditaruh di luar selama lebih dari 2 jam. Orang-orang yang berpiknik dianjurkan untuk membawa kantong makanan yang terisolasi di tempat dingin, berusaha untuk menjaga temperatur makanan yang sama dengan temperatur lemari es yaitu 40oF. Pada suhu 80oF berhari-hari, peraturan 2 jam berkurang menjadi 1 jam. Dengan demikian, makanan tersebut harus dibuang. Makanan yang panas harus disimpan di tempat yang panas.
3. Bila ada makanan sisa, segera masukkan dalam lemari pendingin dan jangan campur adukkan makanan sisa tersebut, masing-masing tempatkan dalam tempat tersendiri. Jangan lupa perhatikan tanggal kedaluwarsa makanan sebelum dimakan. Perhatikan juga apakah kotak atau kaleng makanan dan minuman telah menggembung. Hal ini pertanda sudah terjadi infeksi bakteri di dalam makanan.
4. Aturlah lemari pendingin Anda. Jangan campurkan daging mentah dengan makanan lain. Periksa temperatur kulkas (refrigerator) kita, harusnya berada di 40oF atau di bawah itu, sedangkan kalau untuk freezer berada di 0oF.
5. Simpan daging, makanan segar, telur, pada lemari pendingin. Simpan telur di dalam kardusnya di dalam kulkas lebih baik daripada di pintu kulkas, yang mana temperatur di pintu kulkas lebih hangat. Sebaiknya tidak mengonsumsi telur yang telah retak atau rusak. Jangan lupa bersihkan temperatur setelah setiap kali pemakaian. Setelah memasak daging, jangan menaruh daging di tempat yang sama dimana sebelumnya di taruh daging mentah.
6. Selalu sikat sayur-mayur dengan sikat untuk sayuran atau dengan tangan, meskipun sayuran tersebut bertanda organik. Tidak peduli bagaimana sayur-mayur tersebut tumbuh, bakteria sangat mudah tumbuh di dalamnya. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam air yang mengalir dan cara penyikatan yang benar dapat membersihkan obat pembunuh hama dan toksin lainnya.
7. Mencuci tangan sebelum makan merupakan suatu keharusan. Termasuk, selalu mencuci perkakas dan permukaan dapur dengan air sabun panas, setelah memotong ayam dan daging mentah.
8. Sediakan dua papan alas potong/ talenan di dapur. Satu untuk memotong daging dan satu untuk memotong sayuran. Asosiasi Susunan Makanan America menganjurkan untuk memakai 2 talenan (kayu atau akrilik). Pertama dibenarkan untuk memotong daging mentah, ayam, dan semacam lainnya untuk makanan yang bukan daging seperti sayuran dan roti. Sesudah mencuci talenan dengan air sabun panas, bilas dengan obat pemutih khlor, lalu bilas kembali dengan air bersih. Talenan yang sudah tua sebaiknya jangan dipergunakan lagi. Permukaan yang terkena potongan pisau dapat menyebabkan mengumpulnya bakteri.
9. Jangan berpandangan hanya dari mata apabila kita memasak daging dalam panggangan. Menurut USDA (United State Departement of Agriculture), meskipun burger berwarna cokelat seperti terlihat setelah dimasak, tidak menjamin bebas dari cemaran bakteri E. coli. Pergunakan temperatur untuk daging, tinggalkan burger di atas api sampai temperatur mencapai 160oF. Steak dan daging panggang seharusnya dimasak dalam temperatur dari 145oF (untuk setengah matang) sampai 170oF (matang), daging ayam putih sampai 170oF, daging yang berwarna gelap sampai 180oF.
Akhirnya, bila keracunan tetap terjadi menimpa Anda dan anggota keluarga, segera hubungi dokter yang terdekat.***
Arda Dinata
Penulis adalah dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya.
Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,
Tags
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca
Tulis Komentar di Bawah ini!