📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Amatlah benar sistem syariah Islam menjadikan manusia dalam keadaan yang sebenarnya dan menerangkan kepadanya lapangan kehidupan, agar ia meningkat dan memperoleh kehidupan yang mulia.Memulai Dalam Hal Ekonomi
Oleh ARDA DINATA
Berusaha memenuhi kebutuhan bidang ekonomi adalah sesuatu yang telah dianjurkan-Nya. Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan kamu sekalian untuk senantiasa berbuat/ berusaha, maka berusahalah!” (HR. Bukhari). Namun yang perlu diwaspadai, adalah jangan sampai ekonomi yang kita cari dan dapat itu melupakan bekal kita untuk akherat kelak. Allah SWT berfirman, “Dan carilah, dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, bekal buat kepentingan hidup di akherat, dengan ketentuan jangan terlantarkan kepentingan hidupmu di dunia ini, berbuatlah dengan cara yang ihsan sebagaimana Allah senantiasa berbuat ihsan kepadamu…“ (QS. 28: 77). Di sini, penekanannya pada proyeksi untuk akherat, tapi tidak menyengsarakan kehidupan di dunia.
Inisiatif berusaha dan kemandirian ekonomi merupakan sesuatu yang mesti kita mulai dari setiap orang. Semakin kita banyak mengandalkan kebutuhan ekonomi kepada orang lain, maka saip-siap kita untuk “dikecewakannya”. Untuk itu, mulailah bagun perekonomian kita dan kokohkan kekuatannya dari pengaruh pihak lain.
Saat ini, begitu banyak perusahaan-perusahaan yang katanya “besar”, ternyata ia tidak mampu menghadapi terpaan berbagai krisis. Dan justru, perusahaan-perusahaan perekonomian rakyat ---skala kecil dan menengah---berbasis modal sendiri yang mampu bertahan diterpa badai krisis saat ini. Lebih-lebih ia mengaktualisasikan sistem perekonomian Islam dalam usaha yang dibangunnya.
Melalui nikmat krisis ini, barangkali Allah memperlihatkan kepada orang-orang yang mau berpikir bahwa perekonomian yang tidak berdasarkan ajaran Islam dengan sendirinya akan hancur. Dan sebaliknya yang menerapkan sistem perekonomian Islam, pertumbuhan ekonominya akan meningkat dan tidak terjadi kesenjangan sosial. Hal ini seperti yang terjadi di Kelantan, Negeri bagian Malaysia. Jadi, amatlah benar sistem syariah Islam menjadikan manusia dalam keadaan yang sebenarnya dan menerangkan kepadanya lapangan kehidupan, agar ia meningkat dan memperoleh kehidupan yang mulia.
Untuk itu, bangunlah sejak dini dan memulai dari diri sendiri sifat kemandirian ekonomi ini. Artinya dalam skala minimal, berusahalah untuk mencukupi diri sendiri, agar tidak menjadi beban orang lain. Dan dalam skala makro, kita menjadi solusi dari masalah ekonomi, bukan menjadi sumber masalah ekonomi orang lain. Nabi saw mengatakan tidak ada makanan yang lebih baik, dari makanan yang diperoleh dari hasil tangannya sendiri. Lagian, bukankah kita dituntut harus kuat dalam ekonomi sesuai kemampuan masing-masing?
Allah berfirman, “Katakanlah (ya Muhammad kepada umatmu) hendaknya kamu semua bekerja/ berbuat menurut keahlian (profesi) masing-masing; bahwa Allah pasti mengetahui siapa di antara kamu yang berusaha pada jalan yang baik.” (QS. 17: 84).
Bagaimana menurut Anda?
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Berusaha memenuhi kebutuhan bidang ekonomi adalah sesuatu yang telah dianjurkan-Nya. Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan kamu sekalian untuk senantiasa berbuat/ berusaha, maka berusahalah!” (HR. Bukhari). Namun yang perlu diwaspadai, adalah jangan sampai ekonomi yang kita cari dan dapat itu melupakan bekal kita untuk akherat kelak. Allah SWT berfirman, “Dan carilah, dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, bekal buat kepentingan hidup di akherat, dengan ketentuan jangan terlantarkan kepentingan hidupmu di dunia ini, berbuatlah dengan cara yang ihsan sebagaimana Allah senantiasa berbuat ihsan kepadamu…“ (QS. 28: 77). Di sini, penekanannya pada proyeksi untuk akherat, tapi tidak menyengsarakan kehidupan di dunia.
Inisiatif berusaha dan kemandirian ekonomi merupakan sesuatu yang mesti kita mulai dari setiap orang. Semakin kita banyak mengandalkan kebutuhan ekonomi kepada orang lain, maka saip-siap kita untuk “dikecewakannya”. Untuk itu, mulailah bagun perekonomian kita dan kokohkan kekuatannya dari pengaruh pihak lain.
Saat ini, begitu banyak perusahaan-perusahaan yang katanya “besar”, ternyata ia tidak mampu menghadapi terpaan berbagai krisis. Dan justru, perusahaan-perusahaan perekonomian rakyat ---skala kecil dan menengah---berbasis modal sendiri yang mampu bertahan diterpa badai krisis saat ini. Lebih-lebih ia mengaktualisasikan sistem perekonomian Islam dalam usaha yang dibangunnya.
Melalui nikmat krisis ini, barangkali Allah memperlihatkan kepada orang-orang yang mau berpikir bahwa perekonomian yang tidak berdasarkan ajaran Islam dengan sendirinya akan hancur. Dan sebaliknya yang menerapkan sistem perekonomian Islam, pertumbuhan ekonominya akan meningkat dan tidak terjadi kesenjangan sosial. Hal ini seperti yang terjadi di Kelantan, Negeri bagian Malaysia. Jadi, amatlah benar sistem syariah Islam menjadikan manusia dalam keadaan yang sebenarnya dan menerangkan kepadanya lapangan kehidupan, agar ia meningkat dan memperoleh kehidupan yang mulia.
Untuk itu, bangunlah sejak dini dan memulai dari diri sendiri sifat kemandirian ekonomi ini. Artinya dalam skala minimal, berusahalah untuk mencukupi diri sendiri, agar tidak menjadi beban orang lain. Dan dalam skala makro, kita menjadi solusi dari masalah ekonomi, bukan menjadi sumber masalah ekonomi orang lain. Nabi saw mengatakan tidak ada makanan yang lebih baik, dari makanan yang diperoleh dari hasil tangannya sendiri. Lagian, bukankah kita dituntut harus kuat dalam ekonomi sesuai kemampuan masing-masing?
Allah berfirman, “Katakanlah (ya Muhammad kepada umatmu) hendaknya kamu semua bekerja/ berbuat menurut keahlian (profesi) masing-masing; bahwa Allah pasti mengetahui siapa di antara kamu yang berusaha pada jalan yang baik.” (QS. 17: 84).
Bagaimana menurut Anda?
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.idDaftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca
Tulis Komentar di Bawah ini!