📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Rasionalisme terbentuk dari kata rasio (akal pikiran manusia) dan isme (faham). Jadi, rasionalisme diartikan sebagai faham yang berdasarkan akal pikiran. Faham ini dikemukakan oleh Rene Descartes, yang berdasarkan pendewaan terhadap akal manusia. Ia mengatakan bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat dibuktikan melalui akal. Akal ini merupakan unsur yang tertinggi dalam struktur kehidupan manusia. Dari aktivitas akal ini akan melahirkan sebuah pola pikir yang sangat menentukan derajat kehidupan seseorang.Berpikir Untuk Setelah Mati
Oleh: Arda Dinata
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al Hasyr:18).
(QS. Al Hasyr:18).
Ayat di atas, mengisyaratkan kepada kita agar orang-orang beriman selalu bertakwa kepada Allah dan memperhatikan bekal apa yang telah dipersiapkan dan diperbuat bagi kehidupan di hari esok (akhirat). Di sini, hemat penulis ada satu rumusan yang mesti kita pahami dan disadari betul dalam hidup ini. Yakni berupa niat dan pola pikir.
Artinya, perilaku yang diperbuat oleh manusia itu, semata-mata diawali dari inspirasi sebuah niat dan pola pikir dalam hati dan akalnya. Untuk itu, niat dan akal ini harus kita tata dan bina dengan baik agar melahirkan perbuatan/perilaku yang dapat menjadi bekal dan penyelamat di akhirat kelak.
Pada tataran ini, setiap muslim hendaknya dapat membangun potensi pikirnya secara produktif. Pertanyaannya, bagaimana kedudukan berpikir ini menurut pandangan Alquran dan langkah-langkah berpikir seperti apa yang dapat kita bangun, sehingga pola pikir ini dapat menjadi bekal di kemudian hari?
Pengertian Rasionalisme
Rasionalisme terbentuk dari kata rasio (akal pikiran manusia) dan isme (faham). Jadi, rasionalisme diartikan sebagai faham yang berdasarkan akal pikiran. Faham ini dikemukakan oleh Rene Descartes, yang berdasarkan pendewaan terhadap akal manusia. Ia mengatakan bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat dibuktikan melalui akal. Akal ini merupakan unsur yang tertinggi dalam struktur kehidupan manusia. Dari aktivitas akal ini akan melahirkan sebuah pola pikir yang sangat menentukan derajat kehidupan seseorang.
Menurut Agus Sujanto (1981: 64), berpikir ialah gejala jiwa yang dapat menetapkan hubungan-hubungan antara ketahuan-ketahuan kita. Lebih jauh dikatakan berpikir adalah suatu proses dialektis. Artinya, selama kita berpikir, pikiran kita mengadakan tanya jawab dengan pikiran kita, untuk dapat meletakkan hubungan-hubungan antara ketahuan kita itu, dengan tepat. Pertanyaan itulah yang memberi arah kepada pikiran kita. Lalu, apa bedanya antara akal dan intelegensi?
Kalau kita telaah, ternyata di dalam berpikir, kita mempergunakan alat (berupa akal). Dan hasil pemikiran itu kadang terlahirkan dengan bahasa. Adapun yang disebut intelegensi, ialah suatu kemampuan jiwa kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru, dengan menggunakan alat-alat berpikir.
Berkait dengan itu, patut kita kenal seorang tokoh peletak tonggak peradaban dunia Barat yaitu Ibnu Rusyd. Selain sebagai tokoh peletak tonggak peradaban, seperti ditulis Phillip K Hitti, Ibnu Rusyd adalah seorang rasionalis, dan menyatakan berhak menundukkan segala sesuatu kepada pertimbangan akal, kecuali dogma-dogma keimanan yang diwahyukan. Tetapi ia bukanlah free thinker, atau seorang tak beriman.
Terlepas dari perbedaan pola pikir antara Ibnu Rusyd dengan para ilmuwan lain pada zamannya, yang jelas dari karya-karya yang dihasilkan Ibnu Rusyd, telah mengajari kita prinsip dan nilai-nilai beragama yang rasional, toleran, dan ramah. Yang terakhir inilah, patut kita teladani, karena pengalaman dan pelajaran yang baik di masa lalu itu pula yang pernah mengantarkan kejayaan Islam di abad pertengahan.(BERSAMBUNG BESOK: Berpikir Menurut Alquran...)
Bagaimana menurut Anda?
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca

Tulis Komentar di Bawah ini!