Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Selamat Jalan Ibu (Menkesku) Endang Rahayu Sedyaningsih
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!


I.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un,
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Non Aktif Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia.


Endang Rahayu menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (2/5) siang, sekitar pukul 11.41 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kesehatan Endang Rahayu memang terus menurun sejak tadi malam.

Sebelumnya, pada (26/4), Endang Rahayu menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjenguknya.

II.
Berdamai dengan kanker

 "Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan 5 bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapis saya tidak bertanya "Why me ??". Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini : hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan 2 putera dan 1 puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. " So .... Why not? " Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kenker paru ? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.

 Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerahNya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan .... jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu. "

 Demikian penggalan kata sambutan Menteri Kesehatan RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bertanggal 13 April 2011, yang ditulisnya menyambut penerbitan buku " Berdamai dengan Kanker ".

III.
Dari Temenku:
Semalaman sy membongkar-bongkar setumpuk dokumen tentang ibu Menkes, mulai dari tulisan beliau di majalah Sarinah.  Kartini, thesis beliau ttg Kramat Tunggak, artikel2 kesehatan utk anak yg beliau tulis secara rutin di majalah ananda era tahun 80-an, penulis tetap di majalah perkawinan.    Dan tulisan yg paling menarik adl Biografi beliau yg ditulis oleh Isye Soentoro " Selendang Panjang Bu Menkes" diterbitkan oleh PT. Kibas Elok, tahun 2010.

Sy begitu terkesima ternyata beliau adalah penulis ulung dan telah lama mengabdikan ilmunya jauh hari sebelum menjadi Menkes. Beliau lebih dikenal lewat tulisannya mulai dari anak2 sampai dgn org dewasa. Tulisan beliau bagai "pelangi" komprehensif mencakup berbagai sisi dlm Kesehatan Masyarakat.   Siapapun tak akan bisa membantahnya.

Sy kutip pernyataan Julio Frenk (Harvard Medical School/Mantan Menkes Meksiko) yg ditulis oleh Panji dan Isye, 2010; " Jarang sekali posisi Menkes diisi oleh org yg tepat (berlatar belakang Kesmas). Dan yg kita harapkan dari ibu Endang adl Kepemimpinan di bidang kesehatan, utk membawa isu kesehatan sbg isu sentral dlm   pembangunan nasional. Dgn latar belakang penelitiannya kita pun bisa berharap Ibu Menkes yg baru utk memperbaiki KUALITAS DATA KESEHATAN YG ADA SBG DASAR PENGAMBILAN KEBIJAKAN. Terlalu naif kalau kita berharap perubahan yg besar akan terjadi dlm 5 tahun kedepan, tapi cukup fair kalau kita berharap ibu Endang bisa meletakkan dasar yg kuat utk pembangunan kesehatan Indonesia jauh lebih lama dari 5 tahu kedepan."

Sekarang, Ibu Endang telah melakukannya, semua kebijakan back to basic, hrs "evidance base". Ibu telah memulainya dgn terarah dan santun. Namun YMK berkehendak lain, dlm waktu singkat hanya 2,5 thn memimpin Kementerian Kesehatan ibu dipanggil menghadapNya. Ya...Allah, engkaulah penentu segalanya, semua kami akan kembali padaMu...selamat jalan ibunda kami tercinta "Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia", Allah SWT akan memberi seluas-luasnya jalan, seterang-terangnya cahaya dan keindahan Surga kepadamu ibu...amin.

Dari yg berduka,
Fahmi dan Keluarga besar Loka Biomedis Aceh

IV.
Pesan Endang Rahayu untuk Putranya
"Mama menulis, jangan menangis, jangan sedih, serahkan semua kepada Allah."

VIVAnews - Putra kedua Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Awandha Raspatih Mamahit, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan ibundanya beberapa jam sebelum wanita 57 tahun ini meninggal.

Awandha mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan Endang dilakukan pada Selasa jam 2 dini hari. Endang meninggal pukul 11.41, pada Rabu. Walaupun kuliah di Jenewa, Swiss, namun lelaki 27 tahun ini mengaku intens komunikasi dengan ibunya melalui Skype.

Seminggu terakhir, Awandha mengatakan ibunya sudah tidak bisa melihat, namun bisa mendengar dan tangannya masih bisa bergerak. Mahasiswa manajemen ekonomi Universitas Webster, Jenewa, ini mengaku sempat meminta maaf pada ibunya melalui chat.

"Mama menulis, jangan menangis, jangan sedih, serahkan semua kepada Allah, mungkin ini adalah pilihan beliau," kata Awandha.

Dia mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari sosok keibuan Endang. Menurutnya, ibunya adalah orang yang kuat dan mandiri, serta menjunjung tinggi pendidikan. "Saya banyak belajar dari beliau. (Salah satunya adalah) Jangan pernah berhenti untuk menantang keberanian," kata Awandha.

Sampai saat ini Awandha mengaku belum tahu apa pemicu kanker paru-paru yang diderita ibunya. Dideteksi pada 2010 silam, Awandha mengatakan orangtuanya mencoba untuk membuat anak-anaknya tenang. "Secara fisik beliau sehat walafiat, namun dibelakang dia fight. Selama 1,5 tahun berjuang melawan kanker," kata Awandha.

V.
Profil Endang Rahayu Sedyaningsih

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH (lahir di Jakarta, 1 Februari 1955 – meninggal di Jakarta, 2 Mei 2012 pada umur 57 tahun) adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 hingga 26 April 2012.[1] Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes.[2]

Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health.[3]

Karier

Endang memulai karirnya pada tahun 1979 sebagai dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dia bergabung pada pelayanan kesehatan masyarakat pada tahun 1980 dan bekerja di daerah terpencil sebagai Kepala Puskesmas Waipare di Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun.

Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.

Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan.[4]

Kehidupan pribadi

Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri [5].Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.

Pada 26 April 2012, Endang mengundurkan diri dari kabinet terkait dengan kondisi kesehatannya.[1] Pada tanggal 2 Mei 2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru lanjut di usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.[6]

Referensi
1.^ a b Menteri Kesehatan Mengundurkan Diri dari Kabinet
2.^ "Pelantikan Pejabat Eselon II Departemen Kesehatan". Diakses pada 21 Oktober 2009.
3.^ "Speaker Biographies and Images. Australasian HIV/AIDS Conference 2010". Diakses pada 22 Oktober 2009.
4.^ ""Indonesia, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH., Minister of Health"". oecd.org. 2 Mei 2012. Diakses pada 2 Mei 2012.
5.^ "Endang Sedyaningsih : Saya Tak Menyangka …". Pos Kota. Diakses pada 22 Oktober 2009.
6.^ "Menkes Endang Sedyaningsih Meninggal Dunia". detik.com. 2 Mei 2012. Diakses pada 2 Mei 2012.
7. Dari Wikipedia bahasa Indonesia

VI.
Doa Menyadari Kemana Kita Akan Kembali
(QS. al-Baqarah [2]: 285)

ءامَنَ الرَّسولُبِما أُنزِلَ إِلَيهِ مِن رَبِّهِ وَالمُؤمِنونَ ۚ كُلٌّ ءامَنَ بِاللَّهِ وَمَلٰئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَينَ أَحَدٍ مِن رُسُلِهِ ۚ وَقالوا سَمِعنا وَأَطَعنا ۖ غُفرانَكَ رَبَّنا وَإِلَيكَ المَصيرُ
_____________________________
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

Kami menyadari Ya Tuhan kami, hanya kepadaMulah tempat kembali, betapa kami menyayangi ibu Endang sebagai panutan kami, kami masih ingin almarhumah berada bersama kami, membimbing kami, menjadi ibu kami yang sangat bijak tetapi atas kehendakMulah saatnya orang yang kami sayangi dan cintai kembali kepada haribaanMu, maka kami ikhlas namun ampunilah dosa-dosanya, terimalah semua amal ibadahnya, dan janganlah Kamu cabut semua manfaat dan kenangan yang pernah ada pada kami dengan almarhumah, dan pertemukanlah kami kelak dalam khusnul khatimah, amin

Selamat jalan ibu Menkes…..
Semoga Amal Ibadah Ibu Endang Menkes diterima Alloh SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan dikaruniai ketabahan hati. Perjuangan dan dedikasi almarhumah telah terukir dalam perjalanan bangsa indonesia menuju masyarakat sehat yang mandiri.  Aamiin…..

Salam sehat selalu….
Arda Dinata
Loka Litbang P2B2 Ciamis


Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca