📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Oleh: ARDA DINATA
CINTA, merupakan kata yang mudah diucapkan dan orang tidak akan merasa jera untuk membicarakannya. Semakin lama seseorang mengenal cinta, maka orang tersebut akan mengatakan pada ego-nya, bahwa hidup ini sangat berarti karena ke-pelik-an, ke-unik-an dan ke-plus-an dari pada nilai yang terkandungnya.
Pernah ada kejadian yang penulis temui tentang seseorang yang merasa risih, alergi, atau pura-pura alergi apabila mendengar pembicaraan masalah cinta. Dalam pikiran penulis saat itu melintas sebuah tanda tanya?? Mungkinkah orang itu belum sadar, bahwa cinta merupakan hal yang suci dan fitrah bagi diri manusia.
Cinta adalah fitrah alamiah manusia yang didasarkan atas akal yang sehat, bukan berdasarkan insting seperti makhluk lainnya (hewan). Atas dasar dan pondasi inilah, kita melihat dengan “mata telanjang”, bahwa setiap manusia tertarik kepada individu lain dalam kelompok karena adanya suatu kekutan internal (baca: magnet bathiniah).
Jadi, “makanan bathiniah” ini harus kita penuhi dan hendaknya di antara kita, setiap individu dalam ketertarikannya dalam kelompok-kelompok harus mampu membangun hubungan persaudaraan, menjaga keharmonisan, kelanggengan dalam lingkungan di mana kita berada sehingga bermanfaat secara sosial.
Untuk itu, kita selayaknya dalam kepastian untuk mengakui akan eksitensi dari cinta itu sendiri. Cinta merupakan landasan dari rasa aman dan senang. Kata dengan lima huruf ini (baca: C.I.N.T.A) merupakan kebutuhan rohani yang paling dapat dirasakan dan tumbuh berkembang bersama waktu. Tidak ada yang bernilai di kosmos ini, bila dibandingkan lebih dari pada CINTA (kepada Allah).
Bagi orang-orang yang segala “predikat cintanya” didasarkan atas dasar mencintai-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Allah berfirman dalam Alquran, yang artinya: “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).
Tali penyambung yang terbaik antara individu-individu dalam komunitas, tidak lain adalah ikatan yang dibangun atas dasar perasaan dan cinta hakiki. Suatu keharmonisan yang ada antara dua jiwa akan berproyeksi membuat mereka berpadu dalam dunia cinta dan persatuan. Tentunya, dari sinilah landasan kebahagiaan yang ‘kekal’ itu tumbuh dan berkembang seperti merebaknya sebuah bunga di taman.
Kadang-kadang kita bertanya-tanya, apa sebenarnya kesengsaraan dan penderitaan dari sebuah cinta yang bisa menjadi “buah simalakama” (malapetaka) itu, bila kita tidak hati-hati? Kesengsaraan dan penderitaan yang berasal dari perasaan kehilangan sesuatu yang dicintainya merupakan suatu malapetaka. Jiwa kita butuh teman untuk berlindung dalam “dekapan kedamaian,” atau kita akan dicabik-cabik oleh tangan-tangan panjang ketidak-aman-an dan ke-gelisah-an serta menjadi tumbal penindasan dunia kita sendiri.
Untuk itu, dalam konteks ini kita harus yakin bahwa “Rahasia kebahagiaan adalah memelihara hubungan persaudaraan dengan dunia kita dengan tidak menciptakan kekacauan. Orang-orang yang tidak dapat mencintai sesamanya, tidak dapat hidup bebas dari kegelisahan dan ketidakamanan.” Jadi, manfaatkanlah potensi cinta-kasih yang ada dalam jiwa kita, tidak lain semata-mata untuk mengharap cinta-Nya. Semoga kita semua termasuk di dalamnya. Amin. Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com/.
CINTA, merupakan kata yang mudah diucapkan dan orang tidak akan merasa jera untuk membicarakannya. Semakin lama seseorang mengenal cinta, maka orang tersebut akan mengatakan pada ego-nya, bahwa hidup ini sangat berarti karena ke-pelik-an, ke-unik-an dan ke-plus-an dari pada nilai yang terkandungnya.
Pernah ada kejadian yang penulis temui tentang seseorang yang merasa risih, alergi, atau pura-pura alergi apabila mendengar pembicaraan masalah cinta. Dalam pikiran penulis saat itu melintas sebuah tanda tanya?? Mungkinkah orang itu belum sadar, bahwa cinta merupakan hal yang suci dan fitrah bagi diri manusia.
Cinta adalah fitrah alamiah manusia yang didasarkan atas akal yang sehat, bukan berdasarkan insting seperti makhluk lainnya (hewan). Atas dasar dan pondasi inilah, kita melihat dengan “mata telanjang”, bahwa setiap manusia tertarik kepada individu lain dalam kelompok karena adanya suatu kekutan internal (baca: magnet bathiniah).
Jadi, “makanan bathiniah” ini harus kita penuhi dan hendaknya di antara kita, setiap individu dalam ketertarikannya dalam kelompok-kelompok harus mampu membangun hubungan persaudaraan, menjaga keharmonisan, kelanggengan dalam lingkungan di mana kita berada sehingga bermanfaat secara sosial.
Untuk itu, kita selayaknya dalam kepastian untuk mengakui akan eksitensi dari cinta itu sendiri. Cinta merupakan landasan dari rasa aman dan senang. Kata dengan lima huruf ini (baca: C.I.N.T.A) merupakan kebutuhan rohani yang paling dapat dirasakan dan tumbuh berkembang bersama waktu. Tidak ada yang bernilai di kosmos ini, bila dibandingkan lebih dari pada CINTA (kepada Allah).
Bagi orang-orang yang segala “predikat cintanya” didasarkan atas dasar mencintai-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Allah berfirman dalam Alquran, yang artinya: “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).
Tali penyambung yang terbaik antara individu-individu dalam komunitas, tidak lain adalah ikatan yang dibangun atas dasar perasaan dan cinta hakiki. Suatu keharmonisan yang ada antara dua jiwa akan berproyeksi membuat mereka berpadu dalam dunia cinta dan persatuan. Tentunya, dari sinilah landasan kebahagiaan yang ‘kekal’ itu tumbuh dan berkembang seperti merebaknya sebuah bunga di taman.
Kadang-kadang kita bertanya-tanya, apa sebenarnya kesengsaraan dan penderitaan dari sebuah cinta yang bisa menjadi “buah simalakama” (malapetaka) itu, bila kita tidak hati-hati? Kesengsaraan dan penderitaan yang berasal dari perasaan kehilangan sesuatu yang dicintainya merupakan suatu malapetaka. Jiwa kita butuh teman untuk berlindung dalam “dekapan kedamaian,” atau kita akan dicabik-cabik oleh tangan-tangan panjang ketidak-aman-an dan ke-gelisah-an serta menjadi tumbal penindasan dunia kita sendiri.
Untuk itu, dalam konteks ini kita harus yakin bahwa “Rahasia kebahagiaan adalah memelihara hubungan persaudaraan dengan dunia kita dengan tidak menciptakan kekacauan. Orang-orang yang tidak dapat mencintai sesamanya, tidak dapat hidup bebas dari kegelisahan dan ketidakamanan.” Jadi, manfaatkanlah potensi cinta-kasih yang ada dalam jiwa kita, tidak lain semata-mata untuk mengharap cinta-Nya. Semoga kita semua termasuk di dalamnya. Amin. Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com/.
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca
Tulis Komentar di Bawah ini!